RIBUAN JAMAAH HADIRI PENGAJIAN AKBAR BERSAMA GUS MUS


Ribuan jamaah menghadiri pengajian akbar bersama KH. Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disebut Gus Mus di alun-alun GIri Krida Bakti Wonogiri, Selasa malam (6/2). Pengajian akbar ini mengambil tema Sesarengan Mbangun Wonogiri Mewujudkan Kedamaian Bersama. Hadir dalam pengajian akbar ini, Bupati Joko Sutopo atau akrab disapa Jekek, Wakil Bupati Edy Santosa, jajaran Forkopimda, Ketua MUI Kabupaten Wonogiri KH. Abdul Aziz Mahfuf  dan segenap pejabat teras Pemkab Wonogiri.

Kepala Kemenag Kabupaten Wonogiri,Subadi selaku ketua panitia menyampaikan dalam laporannya bahwa ide pertama pengajian akbar bersama Gus Mus adalah dari Bapak Bupati Joko Sutopo. “Pada bulan Agustus tahun lalu, saya bersama tim telah sowan ke kediaman Gus Mus dan diterima dengan baik serta menyatakan kesanggupan untuk hadir di Wonogiri untuk memberikan pengajian. Alhamdulillah pada hari ini pengajian bisa terlaksana,”  terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Edy Santosa yang mewakili Bupati Joko Sutopo menyampaikan dalam sambutannya kehadiran Gus Mus sebagai tokoh ulama nasional akan mampu memberikan kedamaian, kesejukan bagi seluruh masyarakat khususnya Wonogiri.

“Apalagi sebentar lagi Jawa Tengah akan menghadapi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sehingga diperlukan satu kesadaran bersama bahwa hajat demokrasi ini perlu disikapi dengan tetap menjaga kesejukan, kedamaian, persatuan dan kesatuan,” paparnya.

Sementara itu, Gus Mus dalam tauziah menyampaikan bahwa kita harus bersyukur atas nikmat terhadap kondisi kita yang  hidup di bumi Indonesia. “Nikmat yang telah kita terima tidak hanya dengan mensyukuri dengan hanya ucapan alhamdulillah. Akan tetapi bagaimana mensyukuri nikmat dengan sebenar-benarnya. Contoh sederhana apabila kita diberi sarung maka cara mensyukuri nikmat dengan memakai sesuai kegunaannya, jangan digunakan untuk hal lain apalagi untuk hal yang buruk,” tutur Gus Mus.

Ditambahkan Gus Mus, beragama Islam itu mudah, tidak dibuat sulit. Kitalah yang membuat sulit. Tuhan tidak membuat kesulitan diluar batas kemampuan, dan Tuhan tahu batas kemampuan kita. Kegaduhan yang terjadi selama ini bisa jadi karena kita mempersulit kehidupan kita sendiri, dan Allah tidak ridho atas perbuatan kita.

Terkait dengan Pilkada Jawa Tengah, Gus Mus menyampaikan jika ingin damai bahwa Pilkada hanya 5 tahun sekali, jangan sampai dalam pilkada itu kita bertentangan. “Jika setiap pilkada kita saling bertentangan maka akan terjadi perselisihan periodik. JIka senang A pilihlah A, jika senang B maka pilih B, selesai. Jika mendukung calon A maka pujilah calon itu dengan sepuas-puasnya hanya saja jangan sampai kebablasan dengan menjelek-jelekan calon lainnya. Inilah yang akan menjadikan damai,” paparnya.

Pengajian akbar bersama Gus Mus didukung oleh penampilan musik religi dari Kecamatan Tirtomoyo

 

 

Reporter dan foto : Humas Setda Kab. Wonogiri

Apakah website ini bersifat informatif?

  • Pengunjung (304835 Kunjungan)
  • Hits (304835 Kunjungan)
  • Hari Ini (214 Kunjungan)
  • Kemarin (963 Kunjungan)