PANEN RAYA PADI DI WURYANTORO CAPAI 9 TON PER HEKTARE


PANEN RAYA PADI DI WURYANTORO MENINGKAT, CAPAI 9 TON PER HEKTARE

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo memimpin panen raya padi di areal sawah Demonstrasi Plot (Demplot) PT Petrokimia Gresik di Kelurahan Mojopuro, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (7/3). Pada periode bulan Februari dan Maret ini, Wonogiri memasuki musim panen raya padi. Yakni panen padi gogo seluas 11 ribu Ha, dan panen padi sawah seluas 16 ribu Ha. Adapun hasil panen padi di desa tersebut bisa mencapai sembilan ton gabah per hektare. “Demplot itu sebagai upaya untuk mengedukasi petani. Ini terhitung meningkat, karena panen sebelumnya hanya mencapai 8 ton per Ha. Persawahan di Mojopuro, setahun dapat ditanami dua kali padi dan satu kali palawija,” terang Bupati.

Turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dipertan) Kabupaten Wonogiri Ir. Safuan, MM, Camat Wuryantoro, Jajaran Forkompincam, dan tokoh masyarakat. Padi yang ditanam adalah varietas Ciherang, dengan menggunakan pupuk organik.

Kelurahan Mojopuro sendiri merupakan lumbung padinya Kecamatan Wuryantoro. Ini didukung oleh dominasi potensi areal sawah seluas 351 Ha dari luas wilayah Mojopuro 419 Ha. Sawah di sini mendapatkan irigasi dari Waduk Kedunguling dan Waduk Parangjoho. “Hasil ubinan (perhitungan produksi) di Kelurahan Mojopuro yang diperoleh dalam panen mencapai 10,8 ton Gabah Kering Panen (GKP) per Hektare (Ha),” terang Camat Wuryantoro, Drs. Purwadi Hardo Saputro, MM.

Ditambahkan Bupati bahwa Pemkab Wonogiri sementara ini memfokuskan bantuan pertanian dari APBD guna merevitalisasi infrastruktur pertanian. Antara lain untuk merevitalisasi embung, bangunan irigasi teknis, atau jalan usaha tani. “Ada kisaran Rp 5,9 miliar untuk tahun ini,” katanya.

 

Reporter dan foto : Humas Setda Kab. Wonogiri

Apakah website ini bersifat informatif?

  • Pengunjung (329176 Kunjungan)
  • Hits (329176 Kunjungan)
  • Hari Ini (510 Kunjungan)
  • Kemarin (824 Kunjungan)